MEMBACA DISERTASI ANISAH BUDIWATI

13 September 2019

 

 

MEMBACA DISERTASI ANISAH BUDIWATI
Oleh : Susiknan Azhari
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Disertasi yang berjudul Formulasi Kalender Hijriah Pendekatan Historis-Astronomis karya Anisah Budiwati setebal 307 halaman + lampiran merupakan karya yang perlu diapresiasi ketika ada keinginan masyarakat memiliki sebuah sistem kalender Islam yang mapan. Kehadirannya memberi warna baru dalam studi astrinomi Islam, khususnya kajian tentang kalender hijriah. Selama ini kajian seputar kalender Islam lebih didominasi persoalan kriteria dan kajian pemikiran tokoh. Memahami kalender secara orisinal-dalam pengertian menurut asal usulnya adalah sesuatu yang sangat diperlukan. Kalender hijriah merupakan bagian sistem kalender yang berkembang di Dunia juga perlu diketahui asal-usulnya sehingga memiliki basis epistemologi yang kuat.
Patut diketahui kajian tentang kalender hijriah atau biasa diistilahkan kalender Islam atau kalender kamariah tidak bisa dipisahkan dengan persoalan “ketegangan” agama dan sains, mengapa? karena eksistensi kalender Islam ditentukan oleh dua aspek, yaitu agama dan sains. Pada aspek agama kalender Islam digunakan untuk kepentingan keagamaan terkait dengan nas baik al-Qur’an maupun as-Sunnah, sedangkan aspek sains sangat diperlukan dalam memformulasi kalender Islam berdasarkan fakta empirik. Di sinilah sesungguhnya arti penting kehadiran disertasi yang ditulis Anisah Budiwati.
Bab I, penulis disertasi menjelaskan argumentasi seputar penulisan disertasi meliputi kegelisahan akademik mengapa riset dilakukan, permasalahan penelitian, tujuan dan signifikansi penelitian, teori yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan, review literatur, dan bagaimana cara kerja menyelesaikan permasalahan kajian. Pada bagian ini penulis disertasi belum menjelaskan secara komprehensif pengertian kalender hijriah. Disinilah pentingnya pembatasan judul agar pembahasan lebih fokus dan terarah. Selanjutnya uraian latar belakang dan rumusan masalah belum menampakkan satu kesatuan. Penjelasan latar belakang lebih difokuskan pada peristiwa yang memiliki beberap versi, seperti Nuzulul Qur’an, Isra’ Mi’raj, Haji Wada’, dan Wafat Rasulullah saw. Padahal persoalan kajian yang dirumuskan adalah mengapa terjadi perubahan kalender pra-Islam ke kalender hijriah dan bagaimana formulasi kalender hijriah dalam pendekatan historis-astronomis sebagai identitas Islam? (lihat p. 12-13). Begitu pula kerangka teori dan pendekatan yang digunakan hanya menjelaskan pengertian. Sepatutnya pada bagian ini uraian lebih difokuskan pada argumentasi akademik penggunaan teori sejarah dan astronomi untuk menjawab permasalahan yang dirumuskan (p. 32-36). Berdasarkan pilihan yang diyakini penulis disertasi kemudian menentukan teori yang digunakan, misalnya dalam kajian sejarah dikenal dua pendekatan yaitu pragmatical history dan analysis history. Masing-masing memiliki konsekuensi dalam pembahasan bab-bab berikutnya. Aspek ini tampaknya belum memperoleh perhatian yang memadai.
Dalam bab berikutnya, penulis disertasi membahas seputar persoalan kalender meliputi pengertian, sejarah penetapan waktu, klasifikasi kalender, perkembangan kalender dalam peradaban dunia, formulasi kalender hijriah, dan historis-astronomis sebagai sebuah pendekatan. Kaitannya dengan permasalahan yang bagian ini, khususnya halaman 55 sampai 62 hanya menjelaskan pengertian kalender secara umum. Sementara itu pada halaman 109 istilah yang digunakan adalah “kalender Islam”. Ketidakjelasan ini berdampak pada saat menjelaskan sub tema “Historis-Astronomis sebagai Sebuah Pendekatan “. Uraian sub bab ini kurangvrelevan seharusnya lebih difokuskan pada perbincangan kalender pada Era Romawi dan Parsi. Dalam catatan sejarah Romawi merupakan pengguna kalender matahari (solar calendar) dan Parsi pengguna kalender bulan (lunar calendar). Hal ini penting untuk dijadikan pijakan dan bahan analisis.
Bab III dan IV merupakan inti disertasi. Pada bab III peneliti disertasi berupaya menjawab permasalahan pertama dengan memperhatikan sosio-historis masyarakat Arab Pra-Islam, perkembangan kalender msyarakat Arab Pra-Islam, dan proses peralihan sistem kalender. Uraian sangat memadai dengan merujuk berbagai sumber terpercaya hanya saja peralihan nama-nama bulan kamariah sebagaimana dijelaskan oleh Al-Biruni bahwa nama-nama bulan kamariah mengalami perubahan sebanyak empat kali. Nama-nama bulan kamariah yang kini digunakan dengan urutan Muharam, Safar, Rabiul awal, Rabiul akhir, Jumadil awal, Jumadil akhir, Rajab, Syakban, Ramadan, Syawal, Zulkadah, dan Zulhijah mulai digunakan sejak akhir abad V masehi. Jika informasi tersebut valid maka berbagai peristiwa sejarah dapat dipertanyakan ulang. Misalnya dalam kitab “Majmu’ Fihi Rasail” dijelaskan bahwa Nabi Nuh diselamatkan dari banjir bandang, kemudian beliau dan kapalnya berada di atas gunung Zuhdi setelah bumi ditenggelamkan selama 5 tahun. Peristiwa ini diyakini terjadi pada tanggal 10 Muharam. Begitu pula Nabi Ibrahim selamat dari siksa api oleh Raja Namrud diyakini terjadi pada tanggal 10 Muharam.
Bab IV menjawab permasalahan kedua dengan menjadikan peristiwa hijrah Nabi sebagai tahun nol kalender hijriah, kemudian kronologi peristiwa-peristiwa, seperti hijrah Nabi, kelahiran Nabi, Nuzulul Qur’an, Isra’ Mi’raj, perintah Puasa Ramadan, Haji Wada’, dan Wafatnya Rasulullah saw. Kesemuanya diuji validitasnya melalui pendekatan historis astronomis.
Berdasarkan uraian di atas dapat dinyatakan kehadiran disertasi yang ditulis oleh Anisah Budiwati memiliki signifikansi bagi upaya pemahaman tentang kalender Islam. Problem yang dapat dilihat dalam disertasi adalah minimnya sumber data “Metode Penelitian Sejarah”. Dalam disertasi hanya ada tiga karya yang dirujuk yaitu karya Kuntowijoyo, Dudung Abdurrahman, dan Helius Sjamsuddin. Begitu pula literatur yang bersumber dari jurnal belum memenuhi 20 % sesuai pedoman yang berlaku karena hanya 19 jurnal. Daftar pustaka berjumlah 15 halaman yang memuat 234 karya. Dengan demikian jurnal yang harus dipenuhi sebanyak 47 jurnal.
Wa Allahu Alam bi as-Sawab.

Yogyakarta, 9 Muharam 1441/ 9 Sptember 2019, pukul 15.20 WIB.