Meneliti Kalender Islam Saudi Arabia Dosen STAIN Kudus Meraih gelar Doktor

28 Oktober 2016

Kajian tentang kalender Islam merupakan kajian yang menarik bagi para pengkaji sistem kalender Islam. Salah satunya adalah sistem kalender Islam yang berkembang di Saudi Arabia yang dikenal dengan istilah “Taqwim Umm al-Qura”. Nur Aris salah seorang dosen tetap STAIN Kudus melakukan penelitian dengan judul “Dinamika Kriteria Penentuan Awal Kamariah dalam Penanggalan Umm al-Qura sejak 1346/1927-1436/2015”. Hasil penelitiannya dipertahankan dalam ujian promosi doktor di UIN Walisongo Semarang pada hari Kamis 20 Oktober 2016. Tim penguji terdiri Prof. Dr. H. Muhibbin (Ketua Sidang/Penguji), Dr. Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag (Sekretaris Sidang/Penguji), Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, M.A (Promotor/Penguji), Dr. Ing. Khafid (Co-Promotor/Penguji), Prof. Dr. H. Susiknan Azhari (Penguji Eksternal), Prof. Dr. H. Muslich Shabir, M.A (Penguji), Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag (Penguji), dan Dr. Rupi’i, M.Ag (Penguji). Dalam presentasinya, promovendus menyatakan bahwa kriteria yang digunakan Taqwim Umm al-Qura adalah wiladatu al-hilal syar’iyyan dengan dua variabel yakni moonset after sunset dan konjungsi geosentris sebelum Magrib di Mekah. Kriteria ini mengasumsikan terlihatnya hilal berdasarkan probabilitas bukan posibilitas. Fakta ini membawa Taqwim Umm al-Qura tidak memberi ruang terhadap teori visibilitas hilal (imkanur rukyat). Selanjutnya, promovendus menyampaikan kritik dikhotomi penggunaan Taqwim Umm al-Qura. Dalam praktiknya kriteria wiladatu al-hilal syar’iyyan digunakan untuk penanggalan sipil, sedangkan untuk penanggalan ibadah menggunakan rukyatul hilal. Menurutnya konsep dual penanggalan hijriah ini sama sekali tidak dikenal dalam tradisi umat Islam sejak  penanggalan hijriah digunakan oleh Umar ibn al-Khattab. Setelah mempertahankan selama dua jam, promovendus dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan merupakan doktor ke-74 yang dihasilkan oleh UIN Walisongo Semarang.

Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam.