Muzakarah Penentuan Awal Ramadan dan Syawal 1437 H

09 Mei 2016

Pada hari Rabu 19 Rajab 1437/27 April 2016 yang lalu diselenggarakan Majelis Muzakarah “Aplikasi Ilmu Falak dalam Mempererat Ukhuwah Islamiyah” di Aula Buya Hamka Masjid Agung Al-Azhar Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai instansi dan ormas Islam sekitar Jakarta dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Susiknan Azhari, Drs. H. Slamet Hambali, M.Si, dan Prof. Dr. Thomas Djamaluddin. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahim dan persatuan antar umat Islam, memaparkan berbagai kriteria dalam menentukan awal bulan kamariah di Indonesia, dan mendeskripsikan penentuan awal Ramadan dan Syawal 1437. Dalam pemaparan semua narasumber sepakat bahwa berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan kriteria hisab hakiki wujudul hilal dan visibilitas hilal MABIMS awal Ramadan 1437 jatuh pada hari Senin Pon 6 Juni 2016 dan awal Syawal 1437 jatuh pada hari Rabu Pahing 6 Juli 2016. Hasil Muzakarah ini akan disampaikan kepada Menteri Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan awal Ramadan dan Syawal 1437 H. Selama dialog tampak bahwa kehadiran kalender Islam yang mapan merupakan impian umat Islam. Para peserta berpendapat perbedaan dalam menentukan awal Ramadan dan Syawal mengakibatkan umat Islam tidak kompak dan berdampak pada kegiatan-kegiatan yang lain. Oleh karena itu para peserta merekomendasikan agar disusun visi bersama untuk mewujudkan penyatuan kalender Islam sehingga perbedaan dalam menentukan awal bulan kamariah, khususnya awal Ramadan dan Syawal dapat diakhiri.

Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam.