Muzakarah Penentuan Awal Ramadan dan Syawal 1438 H

26 April 2017

Pada hari Selasa 21 Rajab 1438/18 April 2017 yang lalu diselenggarakan Majelis Mudzakarah “Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Umat Islam Indonesia Melalui Implementasi Ilmu Falak dalam Sistem Keagamaan”  di Aula Buya Hamka Masjid Agung Al-Azhar Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai instansi dan ormas Islam sekitar Jakarta dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Susiknan Azhari, Drs. H. Slamet Hambali, M.Si, dan Dr. H. Moedji Raharto, H. Syarief Ahmad Hakim, M.H, dan Drs. H. Muhammad Tambrin, M.P.d. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahim dan persatuan antar umat Islam, memaparkan berbagai kriteria dalam menentukan awal bulan kamariah di Indonesia, dan mendeskripsikan penentuan awal Ramadan dan Syawal 1438. Dalam pemaparan semua narasumber sepakat bahwa berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan kriteria hisab hakiki wujudul hilal dan visibilitas hilal MABIMS awal Ramadan 1438 jatuh pada hari Sabtu Pahing 27 Mei 2017 dan awal Syawal 1438 jatuh pada hari Ahad Legi Pahing 25 Juni 2017. Meskipun demikian pihak Nahdlatul Ulama masih menunggu hasil rukyatul hilal di Lapangan. Hasil Muzakarah ini akan disampaikan kepada Menteri Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan awal Ramadan dan Syawal 1438 H. Selama dialog tampak bahwa kehadiran kalender Islam yang mapan merupakan impian umat Islam. Para peserta berpendapat perbedaan dalam menentukan awal Ramadan dan Syawal mengakibatkan umat Islam tidak kompak dan berdampak pada kegiatan-kegiatan yang lain. Oleh karena itu para peserta merekomendasikan agar disusun visi bersama untuk mewujudkan penyatuan kalender Islam sehingga perbedaan dalam menentukan awal bulan kamariah, khususnya awal Ramadan dan Syawal dapat diakhiri.

Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam.