Muzakarah Penentuan Awal Ramadan dan Syawal 1440 H

04 April 2019

Pada hari Selasa 26 Rajab 1440/2 April 2019 yang lalu diselenggarakan Majelis Mudzakarah Memperkokoh Persatuan Umat untuk Kemajuan Peradaban Islam Indonesia di Aula Lantai 2 Gedung Sekolah Islam Al-Azhar Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai instansi dan ormas Islam sekitar Jakarta dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Susiknan Azhari, Drs. H. Slamet Hambali, M.Si, H, dan Dr. Moedji Raharto. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahim dan persatuan antar umat Islam, memaparkan berbagai kriteria dalam menentukan awal bulan kamariah di Indonesia, dan mendeskripsikan penentuan awal Ramadan, Syawal 1440, awal Zulhijah 1440, dan awal Muharam 1441. Dalam pemaparan semua narasumber sepakat bahwa berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan kriteria hisab hakiki wujudul hilal dan visibilitas hilal MABIMS awal Ramadan 1440 jatuh pada hari Senin Legi 6 Mei 2019, awal Syawal 1440 jatuh pada hari Rabu Legi 5 Juni 2019, dan awal Muharam 1441 jatuh pada hari Ahad Wage 1 September 2019. Hasil Muzakarah ini akan disampaikan kepada Menteri Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan awal Ramadan 1440, awal Syawal 1440 H, dan awal Muharam 1441 H. Khusus awal Ramadan 1440 secara teori sama. Namun bagi pengguna rukyat masih menunggu hasil rukyat. Sekiranya nanti cuaca hujan dan hilal tidak terlihat di seluruh Indonesia apakah akan menetapkan awal Ramadan 1440 sesuai kalender Islam yang telah ditetapkan atau mengikuti realitas empiris? Inilah tantangan bagi Menteri Agama dalam sidang Isbat awal Ramadan 1440 H nanti. Selama dialog tampak bahwa kehadiran kalender Islam yang mapan merupakan impian umat Islam. Para peserta berpendapat perbedaan dalam menentukan awal Ramadan dan Syawal mengakibatkan umat Islam tidak kompak dan berdampak pada kegiatan-kegiatan yang lain. Oleh karena itu para peserta merekomendasikan agar disusun visi bersama untuk mewujudkan penyatuan kalender Islam sehingga perbedaan dalam menentukan awal bulan kamariah, khususnya awal Ramadan dan Syawal dapat diakhiri. Dalam pertemuan ini juga mengharapkan Al-Azhar berperan aktif dan menjadi jembatan untuk mewujudkan kalender Islam pemersatu.

Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam.