SELAMA ini Singapore dikenal bukan negara agama tapi hidup beragam agama. Berdasarkan data statistik kini jumlah muslim di Singapore mencapai tiga puluh persen. Menurut penuturan salah seorang muslim warga Singapore bahwa di era Lee Kuan Yew adzan tidak boleh dikumandangkan secara terbuka. Akibat kebijakan ini hubungan Singapore dan Saudi Arabia mengalami “ketegangan”. Akhirnya pemerintah Singapore merubah kebijakannya adzan boleh dikumandangkan hanya melalui radio. Kebijakan ini diikuti dengan kebolehan mencantumkan jadwal waktu salat di media massa. Pada awalnya jadwal waktu salat dimuat ketika menjelang Ramadan saja yang dikenal dengan istilah “jadwal imsakiah”. Sejalan dengan pertumbuhan muslim di Singapore akhirnya jadwal waktu salat dimuat setiap hari. Bahkan kini dimuat di halaman utama media massa setempat. Selain dimuat di media massa jadwal waktu salat disebarluaskan dalam bentuk “saku” seperti kartu nama. Di dalamnya terdapat jadwal waktu salat selama satu tahun. Kehadiran jadwal salat yang unik dan menarik ini sangat membantu kaum muslimin di Singapore begitu pula para wisatawan manca negara yang beragama Islam untuk mengetahui jadwal waktu salat setempat. Perkembangan Islam di Singapore sangat dinamis dengan berbagai aktivitas keagamaan untuk merepons isu-isu kontemporer (seperti penggunaan hisab dalam pembuatan Kalender Islam Singapore) dibawah pengawasan Majelis Ugama Islam Singapore.
Sumber : Admin Museum Astronomi Islam.
Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam