BERBAGAI Negara di Timur Tengah dan Barat menetapkan awal Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad bertepatan dengan tanggal 19 Agustus 2012. Harian Arab News yang terbit pada hari Sabtu 18 Agustus 2012 menginformasikan bahwa pada hari Jum’at tidak ada laporan keberhasilan observasi maka pemerintah Arab Saudi menetapkan awal Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012. Begitu pula Uni Emirat Arab, harian Al-Bayan dan Gulf News yang terbit pada hari Sabtu 18 Agustus 2012 melaporkan awal Syawal 1433 jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012. Hal ini berdasarkan pernyataan Dr. Hadif bin Juan Adh-Dhahiry Ketua Komite Penyelidikan Hilal Awal Syawal 1433 H. Menurutnya setelah memertimbangkan berbagai metode dan kontak dengan negara tetangga bahwa tidak ada laporan yang berhasil melihat hilal pada hari Jum’at maka puasa digenapkan menjadi 30 hari dan Idul Fitri jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012. Selanjutnya harian al-Ra’y yang terbit di Oman Yordania melaporkan Qadli al-Quda Dr. Ahmad Halil mengumumkan bahwa tanggal 18 Agustus 2012 merupakan hari terakhir puasa Ramadan 1433 H (30 hari) dan Idul Fitri 1433 H jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012. Beberapa media lain juga menginformasikan Idul Fitri 1433 jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012, seperti Al-Watan (Kuwait), Al-Ahram (Mesir), Al-Wasat (Bahrain), dan Al-Isyraq (Qatar). Selain negara-negara tersebut menurut Islamic Crescent’s Observation Project (ICOP) ada 19 negara lain yang menetapkan awal Syawal 1433 jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012, diantaranya yaitu Al-Jazair, Australia, Turki, Libya, Nigeria, dan Inggris. Adapun yang menetapkan awal Syawal 1433 jatuh pada hari Senin 20 Agustus 2012 ada empat negara, yaitu India, Maroko, Pakistan, dan Philipina.
Anggota MABIMS, Singapore dan Malaysia dalam kalender Islam yang beredar di masyarakat dan dipegangi oleh pihak kerajaan telah memutuskan bahwa Idul Fitri 1433 H jatuh pada hari Ahad 19 Agustus 2012. Hal ini didasarkan pada teori visibilitas hilal MABIMS. Brunai Darussalam menunggu hasil observasi hilal di lapangan. Sementara itu pemerintah Indonesia menunggu hasil sidang isbat yang diselenggarakan pada hari Sabtu 18 Agustus 2012. Sidang isbat disiarkan langsung melalui beberapa stasiun televisi di Indonesia. Menteri Agama RI Suryadharma Ali membuka sidang pada pukul 18.30 WIB. Selanjutnya Direktur Urais Dr. H. Mukhtar Ali menyampaikan data posisi hilal dan laporan keberhasilan observasi hilal di Kupang dan Makassar. Kemudian Menteri Agama RI menyatakan “Karena keterangan-keterangan yang disampaikan berdasarkan hisab maupun rukyat tidak ada perbedaan, satu sama lain saling menguatkan, maka izinkan saya memutuskan bahwa tanggal 1 Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad bertepatan dengan tanggal 19 Agustus 2012.” Keputusan ini sama dengan keputusan Muhammadiyah yang lebih dulu menetapkan berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal. Sidang isbat berjalan cepat seperti diprediksi sebelumnya tanpa “diskusi” dan tepat pukul 18.40 WIB ditutup oleh Menteri Agama RI.
Kebersamaan Muhammadiyah dan Pemerintah ternyata tidak diikuti oleh Jama’ah an-Nadzir dan Jama’ah Tarekat Naqsyabandiyah Padang Sumatera Barat yang merayakan Idul Fitri 1433 lebih awal pada hari Jum’at 17 Agustus 2012, Pimpinan Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Syafri Malin Mudo menyatakan “Kami dan pemerintah sama-sama memiliki dasar dalam penetapan Idul Fitri” karena itu tidak perlu dipermasalahkan, sedangkan Jama’ah Tarekat Naqsyabandiyah Jombang Jawa Timur merayakan Idul Fitri 1433 H jatuh pada hari Senin 20 Agustus 2012 sebagaimana tertulis dalam “running text” Global TV hari Senin 20 Agustus 2012 pada acara “Indonesia Bicara” pukul 12.30 WIB.
Wa Allahu A’lam bi as-Sawab.
Bukit Angkasa, 3 Syawal 1433/21 Agustus 2012, pukul 07.00 WIB
Susiknan Azhari
Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam