PADA hari Kamis 15 Syakban 1433 H bertepatan dengan tanggal 5 Juli 2012 pukul 17.00 waktu setempat direktur Museum Astronomi Islam Prof. Dr. Susiknan Azhari melakukan verifikasi arah kiblat masjid Nabawi di Madinah al-Munawwaroh. Mula-mula mengambil posisi di “Mimbar Nabi”. Namun kondisi terlalu padat dan tidak memungkinkan akhirnya maju di tempat imam. Ternyata setelah sampai di tempat imam dilarang oleh penjaga karena banyak jamaah yang akan berziarah ke makam Nabi saw melewati jalan depan tempat imam. Akhirnya diputuskan mengambil saf di belakang “Mimbar Nabi”. Berdasarkan hasil perhitungan azimut kiblat masjid Nabawi adalah 176 derajat 12 menit 51 detik UTSB. Data tersebut kemudian diaplikasikan dalam instrumen astronomi Islam berupa kompas arah kiblat yang nilai akurasi dapat dipertanggungjawabkan. Hasilnya menunjukkan bahwa arah kiblat masjid Nabawi sesuai dengan hasil hisab di atas. Menurut penuturan salah seorang tokoh di masjid Nabawi ketika berdialog dengan direktur Museum Astronomi Islam menyatakan bahwa penentuan arah kiblat masjid Nabawi langsung dituntun oleh malaikat Jibril. Hal ini menunjukkan bahwa antara agama dan sains tidak ada pertentangan. Dengan sains hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dan dengan agama hidup menjadi terarah. Wa Allahu A’lam bi as-Sawab.
Sumber : Admin Museum Astronomi Islam
Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam