Berbagai media massa melaporkan bahwa awal Ramadan 1435 terjadi perbedaan. Sebagian besar harian yang terbit di kawasan Timur Tengah menyebutkan bahwa awal Ramadan 1435 H jatuh pada hari Ahad 29 Juni 2014. Hal ini sebagaimana dimuat di media massa Timur Tengah yang terbit pada hari Sabtu 28 Juni 2014 bertepatan dengan tanggal 30 Syakban, seperti Saudi Gazette (Saudi Arabia), Al-Ahram (Mesir), al-Ayam (Bahrain), al-Sharq (Qatar), Al-Fajr (Al-Jazair), dan al-Bayan (Uni Emirat Arab). Pada harian Al-Ahram dinyatakan bahwa menurut Dar al-Ifta’ Mesir hari Sabtu tanggal 28 Juni 2014 merupakan hari terakhir bulan Syakban (istikmal). Oleh karena itu Awal Ramadan 1435 H jatuh pada hari Ahad 29 Juni 2014.
Para pemburu hilal yang melakukan observasi pada hari Jum’at 27 Juni 2014 di Indonesia, Malayasia, dan Brunai Darussalam mayoritas tidak berhasil melihat hilal. Islamic Crescents’ Observation Project juga melaporkan pada hari Jum’at 27 Juni 2014 para pemburu hilal ada beberapa yang berhasil melihat hilal, seperti Martin Elaesser (Jerman) berhasil melihat hilal melalui CCD Imaging dan Jim Stamm (US) berhasil melihat hilal dengan teleskop. Di kawasan ASEAN mayoritas media menyatakatan bahwa awal Ramadan 1435 jatuh pada hari Ahad 29 Juni 2014. Hal ini sebagaimana dimuat di harian UTUSAN (Malaysia), Berita Harian (Singapura), Kementerian Hal Ehwal Ugama Negara Brunai Darussalam, dan Republika (Indonesia).
Kalender Muhammadiyah 2014 menentukan awal Ramadan 1435 jatuh pada hari Sabtu 28 Juni 2014 yang diperkuat dengan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 02/MLM/1.0/E/2014 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1435 Hijriah. Ketetapan kalender Muhammadiyah ini juga terjadi di Turki, Yaman, dan Ghana yang menetapkan awal Ramadan 1435 jatuh pada hari Sabtu 28 Juni 2014. Seyyed Qasem Rostami menginformasikan bahwa Iran juga menetapkan awal Ramadan 1435 jatuh pada hari Sabtu 28 Juni 2014 berdasarkan “Markaz Taqwim”.
Di sisi lain sebagaimana penuturan Sultan Alam, awal Ramadan 1435 hijriah di Pakistan jatuh pada hari Senin 30 Juni 2014. Sementara itu Tariqat Naqsyabandiyah Padang Sumatera Barat menetapkan awal Ramadan 1435 jatuh pada hari Jum’at 27 Juni 2014. Hal ini disampaikan oleh Syafri Malimundo pada “Sarasehan Mencari Titik Temu Awal Ramadan 1435 di Hotel Millenium Jakarta. Menurutnya penentuan ini didasarkan pada Kalender Khamsiah Tahun 1435 yang bersumber pada kitab “Taj al-Mulk”.
Memperhatikan data di atas dapat dinyatakan bahwa perbedaan awal Ramadan 1435 di belahan dunia dikarenakan data hisab tidak memenuhi teori visibilitas hilal yang dipedomani dan tidak ada laporan keberhasilan observasi hilal di sebuah negeri.
Selanjutnya lama puasa di belahan dunia juga beragam. Di kawasan Eropa puasa berlangsung sekitar 19 jam, seperti Paris = Fajr = 03.24 AM, Magrib = 21.59 PM, Frankfurt = Fajr = 02.50 AM, Magrib = 21.30 PM, dan Amsterdam = Fajr = 03.07 AM, Magrib = 22.07 PM. Kawasan Afrika umat Islam akan menjalani puasa sekitar 13 jam, seperti Johannesberg = Fajr = 05.30 AM, Magrib = 17.33 PM, Abuja-Nigeria = Fajr = 04.57 AM, Magrib = 18.13 PM, Addis Ababa = Fajr = 04.53 AM, Magrib = 18.49 PM. Kawasan Timur Tengah kaum muslimin berpuasa sekitar 15 jam, seperti Mekah = Fajr = 04.14 AM, Magrib = 19.07 PM, Kuwait = Fajr = 03.16 AM, Magrib = 18.51 PM, dan Bahrain = Fajr = 03.14 AM, Magrib = 18.34 PM. Sementara itu umat Islam di New York akan berpuasa selama 17 jam dan anggota MABIMS (Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapore) berpuasa sekitar 13 jam, seperti Yogyakarta = Fajr = 04.30 AM, Magrib = 17.35 PM, Kuala Lumpur = Fajr = 05.44 AM, Magrib = 19.28 PM, Singapore = Fajr = 05.39 AM, Magrib = 19.16 PM, dan Bandar Seri Begawan = Fajr = 04.56 AM, Magrib = 18.36 PM.
Wa Allahu A’lam bi as-Sawab
Para pemburu hilal yang melakukan observasi pada hari Jum’at 27 Juni 2014 di Indonesia, Malayasia, dan Brunai Darussalam mayoritas tidak berhasil melihat hilal. Islamic Crescents’ Observation Project juga melaporkan pada hari Jum’at 27 Juni 2014 para pemburu hilal ada beberapa yang berhasil melihat hilal, seperti Martin Elaesser (Jerman) berhasil melihat hilal melalui CCD Imaging dan Jim Stamm (US) berhasil melihat hilal dengan teleskop. Di kawasan ASEAN mayoritas media menyatakatan bahwa awal Ramadan 1435 jatuh pada hari Ahad 29 Juni 2014. Hal ini sebagaimana dimuat di harian UTUSAN (Malaysia), Berita Harian (Singapura), Kementerian Hal Ehwal Ugama Negara Brunai Darussalam, dan Republika (Indonesia).
Kalender Muhammadiyah 2014 menentukan awal Ramadan 1435 jatuh pada hari Sabtu 28 Juni 2014 yang diperkuat dengan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 02/MLM/1.0/E/2014 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1435 Hijriah. Ketetapan kalender Muhammadiyah ini juga terjadi di Turki, Yaman, dan Ghana yang menetapkan awal Ramadan 1435 jatuh pada hari Sabtu 28 Juni 2014. Seyyed Qasem Rostami menginformasikan bahwa Iran juga menetapkan awal Ramadan 1435 jatuh pada hari Sabtu 28 Juni 2014 berdasarkan “Markaz Taqwim”.
Di sisi lain sebagaimana penuturan Sultan Alam, awal Ramadan 1435 hijriah di Pakistan jatuh pada hari Senin 30 Juni 2014. Sementara itu Tariqat Naqsyabandiyah Padang Sumatera Barat menetapkan awal Ramadan 1435 jatuh pada hari Jum’at 27 Juni 2014. Hal ini disampaikan oleh Syafri Malimundo pada “Sarasehan Mencari Titik Temu Awal Ramadan 1435 di Hotel Millenium Jakarta. Menurutnya penentuan ini didasarkan pada Kalender Khamsiah Tahun 1435 yang bersumber pada kitab “Taj al-Mulk”.
Memperhatikan data di atas dapat dinyatakan bahwa perbedaan awal Ramadan 1435 di belahan dunia dikarenakan data hisab tidak memenuhi teori visibilitas hilal yang dipedomani dan tidak ada laporan keberhasilan observasi hilal di sebuah negeri.
Selanjutnya lama puasa di belahan dunia juga beragam. Di kawasan Eropa puasa berlangsung sekitar 19 jam, seperti Paris = Fajr = 03.24 AM, Magrib = 21.59 PM, Frankfurt = Fajr = 02.50 AM, Magrib = 21.30 PM, dan Amsterdam = Fajr = 03.07 AM, Magrib = 22.07 PM. Kawasan Afrika umat Islam akan menjalani puasa sekitar 13 jam, seperti Johannesberg = Fajr = 05.30 AM, Magrib = 17.33 PM, Abuja-Nigeria = Fajr = 04.57 AM, Magrib = 18.13 PM, Addis Ababa = Fajr = 04.53 AM, Magrib = 18.49 PM. Kawasan Timur Tengah kaum muslimin berpuasa sekitar 15 jam, seperti Mekah = Fajr = 04.14 AM, Magrib = 19.07 PM, Kuwait = Fajr = 03.16 AM, Magrib = 18.51 PM, dan Bahrain = Fajr = 03.14 AM, Magrib = 18.34 PM. Sementara itu umat Islam di New York akan berpuasa selama 17 jam dan anggota MABIMS (Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapore) berpuasa sekitar 13 jam, seperti Yogyakarta = Fajr = 04.30 AM, Magrib = 17.35 PM, Kuala Lumpur = Fajr = 05.44 AM, Magrib = 19.28 PM, Singapore = Fajr = 05.39 AM, Magrib = 19.16 PM, dan Bandar Seri Begawan = Fajr = 04.56 AM, Magrib = 18.36 PM.
Wa Allahu A’lam bi as-Sawab
Bukit Angkasa, 2 Ramadan 1435/29 Juni 2014, pukul 03.00 WIB
Susiknan Azhari
Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam