SELAMA berada di Mekah al-Mukarramah, khususnya ketika di Masjidil Haram direktur Museum Astronomi Islam Prof. Dr. Susiknan Azhari melakukan penelitian tentang kesesuaian jadwal waktu salat dan azan yang dikumandangkan. Selama penelitian ditemukan setiap azan yang dikumandangkan sesuai dengan jadwal waktu salat yang terdapat pada jam-jam seputar Masjidil Haram dan jadwal waktu salat yang dimuat di Televisi “Al-Qur’an al-Karim”. Televisi ini menginformasikan kondisi seputar Masjidil Haram dan memuat jadwal waktu salat di berbagai negara. Menurut penuturan direktur Museum Astronomi Islam pengamatan lebih mudah ketika azan Magrib dan Isyak karena berada di depan Ka’bah dan langsung melihat jam raksasa. Pada jam raksasa tersebut terlihat lafadz takbir “Allahu Akbar” dan lafadz syahadatain “La Ilaha Illa Allah Muhammadarrasululllah”. Jam raksasa ini mulai diresmikan pada tahun 1431/2010. Di akhir penelitian ternyata ditemukan sekali azan yang dikumandangkan tidak sesuai jadwal waktu salat yang terdapat di Masjidil Haram. Peristiwa ini terjadi pada hari Senin 19 Syakban 1433 bertepatan dengan tanggal 9 Juli 2012 ketika azan Zuhur. Menurut jadwal yang tertera pada jam di sebelah pintu utama (Bab al-Malik Abdul Aziz) waktu Zuhur menunjukkan pukul 12.23 waktu setempat. Namun azan dikumandangkan pada pukul 12.25 waktu setempat. Selama penelitian juga ditemukan bahwa jarak waktu azan dan iqamah (Baina al-Adzan wa al-Iqamah) tidak sama. Waktu Zuhur selama 15 menit, Asar selama 15 menit, Magrib selama 5 menit, Isyak selama 5 menit, dan Subuh selama 15 menit. Wa Allahu A’lam bi as-Sawab.
Sumber : Admin Museum Astronomi Islam
Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam