Prof Sulaiman adalah astronom senior asal Mesir. Karya dan pengabdiannya dalam bidang astronomi untuk negerinya (Mesir) sudah tidak terhitung dan tidak diragukan lagi. Nama lengkapnya Mohamad Ahmad Sulaiman (Abu Sulaiman). Lahir 01 Maret 1943 di kota El-Mansoura, Dakahlia, Mesir. Menyelesaikan S-1 jurusan Fisika-Matahari dari Fakultas Sains Universitas Cairo tahun 1965. Master (S-2) bidang Astronomi ia peroleh dari Fakultas dan Universitas yang sama tahun 1972. Sementara gelar Doktor (S-3) bidang Fisika-Matematika beliau peroleh dari “College of Nature University” Moscow, Rusia tahun 1979. Salah satu sahabatnya belajar di Moscow adalah Ahmad Fuad Basya (Prof, Dr) yang saat ini menjabat Guru Besar Fisika di Universitas Cairo, Mesir.
Dapat dikatakan, seluruh karir dan hidupnya ia baktikan untuk dunia astronomi. Di Mesir kini, namanya sangat tidak asing, ia kerap tampil dan diundang pada berbagai kesempatan untuk berbicara seputar spesialisnya, yaitu astronomi. Terlebih lagi setiap menjelang awal Ramadan–dan terlebih lagi bila ada potensi perbedaan dengan negara Arab Saudi–ia selalu tampil di media (khsusnya televisi) untuk memberi penjelasan. Mengenai hisab-rukyat, Prof Sulaiman berpandangan bahwa asal penentuan awal bulan adalah berdasarkan rukyat “tepat” yang dikonfirmasi dengan hisab “akurat”. Adagium yang sering beliau ucapkan adalah, “ar-ru’yah ash-shahihah muwafiq li al-hisab ad-daqiq” (rukyat yang tepat bersesuaian dengan hisab akurat). Pandangannya ini agaknya pengejawantahan sikap “Dar al-Ifta’ al-Mishriyyah” (Dewan Fatwa Keagamaan Mesir) mengenai penentuan awal bulan.
Di Observatorium Helwan (institusi tempat bertugas sampai wafatnya), ia adalah peneliti senior (baik dari sisi keilmuan maupun usia) dan ia sangat dihormati oleh kolega-koleganya. Ia selalu menjadi rujukan oleh rekan-rekan peneliti di observatorium, terutama peneliti-peneliti astronomi pemula.

Karir Akademik
Karir Prof Sulaiman dimulai tahun 1980–yaitu satu tahun setelah ia menyelesaikan program Doktoral– sebagai peneliti pemula di “National Research Institute Of Astronomy and Geophysics” (NRIAG) Helwan, Mesir. Selanjutnya tahun 1984 karirnya naik menjadi asisten profesor peneliti (ustadz bahits musa’id). Dan tahun 1993 ia resmi menjadi guru besar peneliti (ustadz bahits). Hingga akhirnya sejak tahun 2003 ia mencapai derajat “Profesor Emiritus” (ustadz al-mutafarrigh), yaitu gelar bagi seseorang yang telah mencapai usia tertentu (sesuai ketetapan sebuah institusi di suatu negara) dan tidak diperkenankan lagi menduduki jabatan strategis. Dalam karirnya, ia juga tercatat pernah mengajar di Fakultas Sains jurusan Astronomi Universitas Al-Azhar tahun 1991-1992.
Observatorium Astronomi Helwan (penyebutan secara singkat NRIAG) adalah ‘rumah’nya. Di rumah inilah ia melahirkan segenap gagasan dan pemikirannya dalam bidang astronomi. Di ‘rumah’ ini ia pernah tercatat menjabat sejumlah posisi, antara lain Kepala Laboratorium Penelitian Matahari (tahun 1989-1992), Kepala jurusan Penelitian Matahari dan Angkasa (tahun 2001-2003). Selain itu ia pernah menjabat Pimpinan Redaksi (Pimred) majalah “‘Alam al-Falak wa al-Fadha’”, sebuah majalah yang menyuguhkan informasi terkini dunia astronomi yang diterbitkan oleh NRIAG, dan sampai hari ini majalah tersebut masih eksis.
Selain di NRIAG, beliau juga pernah mengemban sejumlah amanah–juga dalam bidang astronomi–di negerinya, antara lain: Anggota Komite Nasional Ilmu-Ilmu Astronomi pada Akademi Penelitian Sains dan Teknologi Mesir (dimana ia sebagai salah satu dewan pakar), Kepala Asosiasi Astronomi Masjid Mahmoud Mesir (bersama almarhum Mostafa Mahmoud) sejak tahun 80-an sampai tahun 2010 dan ia juga memberi kuliah astronomi (teori dan praktik) bagi peminat ilmu falak setiap hari Jum’at, anggota komite ilmiah Al-Qur’an di Majlis Tinggi Kementerian Wakaf Mesir (bersama Prof. Dr. Zaghloul el-Najjar) sejak 2003 sampai wafatnya.
Sementara itu dalam kancah internasional ia pernah menjabat Direktur Observatorium Raja Fahd di Riyadh (tahun 1992-1994), Direktur Institut Astronomi dan Ilmu-Ilmu Angkasa Universitas Al al-Bait, Yordania (tahun 1994-1998) dan ia juga tercatat sebagai salah satu pendiri Universitas ini. Beliau juga anggota Asosiasi Astronomi Internasional atau “The International Astronomical Union” (IAU) sejak tahun 1982 sampai wafatnya.
Sebagai seorang pakar, ia tentu aktif dalam seminar astronomi baik yang diselenggarakan di negaranya maupun internasional. Seminar internasional–sebagai mewakili negaranya–yang pernah ia hadiri dan umumnya ia mempresentasikan makalah antara lain, seminar internasional di Kuwait (1989), Cekoslowakia (1989, 1991), Buenos Aires (1991), Arab Saudi (1992), Yordania (1994), Jakarta (2007), Maroko (2008), dan lain-lain.
Ditengah kesibukannya seabagai guru besar, Prof Sulaiman aktif membimbing tesis dan disertasi mahasiswa yang mengambil jurusan astronomi maupun penelitian astronomi. Mahasiswa yang ia bimbing tidak hanya mahasiswa Mesir, namun juga mahasiswa mancanegara, termasuk mahasiswa Indonesia.

Karya-Karya
Secara umum karya-karya Prof Sulaiman terbagi tiga kategori: buku, makalah (artikel), dan terjemah. Berikut beberapa judul masing-masing kategori:

Buku:
1. Sibahah Fadha’iyyah fi Afaq ‘Ilm al-Falak (Kuwait, 1999)
2. Bada’i’ al-Kaun al-Fasih (diterbitkan Akademi Penelitian Ilmiah, Mesir, 1990).
3. Al-Qamus al-Muyassar fi ‘Ilm al-Falak wa al-Fadha’ (diterbitkan Observatorium Helwan tahun 2001)
4. Asy-Syamsu wa al-Qamar bi Husban : Khasha’ish wa Zhawahir (diterbitkan Observatorium Helwan tahun 1990 dan 2003).
5. Yas’alunaka ‘an al-Ahillah wa ‘an asy-Syams wa al-Ardh wa al-Qamar (diterbitkan Observatorium Helwan tahun 2003 dan 2004)
6. ‘Aja’ib al-Marikh Baina Irhashat al-Hilm wa Injazat al-‘Ilm (Kuwait, 2007).
7. Daur al-Falak fi al-Hayah al-‘Ilmiyyah wa Wasa’il Tabsith wa Taqribihi li an-Nasyi’ah (diterbitkan “Mu’assasah al-Kuwait li at-Taqaddum al-‘Ilmy”, Kuwait)
8. Tauzhif at-Tiknulujiya fi Khidmah al-Ihtimamat al-Falakiyyah fi al-Fadha’ (diterbitkan Observatorium Helwan tahun 1990 dan 2003).

Makalah dan Artikel:
1. Nahwa Shiyaghah Mabadi’ at-Taqwim al-Islamy al-‘Alamy (artikel dalam seminar internasional di Jakarta, 2007)
2. Al-Kusuf wa al-Khusuf : Falakiyyan wa Qur’aniyyan (artikel dalam seminar nasional di Cairo, 2009)
3. Statistical Studies on Solar Seeing in Egypt (artikel diterbitkan di Observatorium Helwan, 1968).
4. Relevance of the Waldmeier Calasses of Sunspot to Cosmic Ray Variations (artikel dimuat di Kiyoto, Jepang, 1978).
5. Priliminary Announcement of Short Time Scale Variation in the Be Star (artikel dimuat di Strasbourgh, Perancis).

Terjemah:
1. William Herschel Mu’assis ‘Ilm al-Falak al-Hadits (dimuat dalam Majalah “al-‘Ulum”, Kuwait).
2. The New Solar System (diterbitkan al-Hai’ah al-Mishriyyah al-‘Ammah li al-Kitab, Cairo).

Sisi-Sisi Humanis Prof Sulaiman
Seperti masyarakat Mesir umumnya, Prof Sulaiman adalah seorang yang gemar mengikuti perkembangan sepak bola negerinya. Salah satu pesepakbola yang ia kagumi adalah Abou Tarika, anggota timnas sepak bola Mesir yang pernah menjadi nominasi pemain terbaik Afrika, namun kalah oleh Emmanuel Adebayor asal Togo. Kekagumannya terhadap Abou Tarika pernah ia utarakan dalam sebuah seminar astronomi dan ia ungkapkan dalam bentuk syair. Tak ayal, syair yang ia bacakan mendapat tawa-senyum yang diiringi “aplaus” dari peserta seminar.
Ditengah mobilitas dan aktifitasnya yang demikian padat, beliau adalah seorang yang taat dan tertib beribadah. Beliau sangat menghayati ibadah yang ia kerjakan serta sangat menjaga amalan-amalan sunah.
Beliau seorang yang ramah dan rendah hati. Ia tidak pernah memilih dan memilah orang yang ingin dan akan bertemu dengannya. Beliau juga seorang yang dermawan. Dalam berbagai ajang observasi astronomi yang ia bimbing, ia tak segan mendermakan hartanya untuk keperluan operasional dan akomodasi di lapangan. Akhlak dan perangainya yang demikian menjadikan siapa saja yang pernah belajar kepadanya bangga dan bahagia. Kini, beliau telah ‘pergi’ dengan meninggalkan segenap karya dan kenangan. Allahummaghfirlahu warhamhu… Amin.

***

Medan, 12 Safar 1435/16 Desember 2013

Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar

Sumber Foto : Dokumen pribadi penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>