
Kecerlangan hilal merupakan indikator terangnya hilal yang ditangkap oleh mata ketika mengamati munculnya hilal. Kecerlangan hilal memberi pengaruh yang sangat besar terhadap hasil pengamatan hilal yang dilakukan oleh pengamat pada saat terbenam Matahari diakhir bulan kamariah. Arino Bemi Sado salah seorang dosen tetap UIN Mataram melakukan penelitian dengan judul “Kecerlangan Sebagai Kriteria Fisis Terlihatnya Hilal dan Implikasinya pada Hisab Rukyat”. Hasil penelitiannya dipertahankan dalam ujian promosi doktor di UIN Walisongo Semarang pada hari Jum’at 21 Desember 2018. Tim penguji terdiri Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq (Ketua Sidang/Penguji), Dr. Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag (Sekretaris Sidang/Penguji), Prof. Dr. H. Thomas Djamaluddin (Promotor/Penguji), Dr. H, Imam Yahya (Co-Promotor/Penguji), Prof. Dr. H. Susiknan Azhari (Penguji Eksternal), Dr. H. Ali Imran, M.A (Penguji), Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag (Penguji), dan Drs. K.H. Slamet Hambali (Penguji). Dalam presentasinya, promovendus menyatakan bahwa kriteria yang dapat menyatukan antara hisab dan rukyat adalah visibiltas hilal dan social aid. Disamping itu masing-masing ormas juga harus mengevaluasi kriteria masing-masing, kemudian menumbuhkan dialog substansial antara Muhammadiyah dan NU serta ormas-ormas lainnya. Sementara itu pemerintah harus terus berupaya menjembatani dengan sikap proaktif, tidak hanya sekedar menunggu ormas-ormas bersepakat dan bersepaham. Setelah mempertahankan selama dua jam, promovendus dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan merupakan doktor ke-101 yang dihasilkan oleh UIN Walisongo Semarang.
Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam.