Museum Astronomi Islam bekerja sama dengan Pusat Studi Kaligrafi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Pameran Kaligrafi Astronomi Internasional di Galeri Suka UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sejak tanggal 16 hingga 26 Juli 2013. Pameran ini sebagai upaya memadukan antara agama, sains, dan seni. Selama ini kita banyak disibukkan dengan perdebatan seputar perbedaan memulai puasa Ramadan dan kapan melaksanakan Idul Fitri. Padahal sesungguhnya persoalan astronomi Islam dapat memberikan inspirasi bagi para khattat dan perupa memproduksi karya-karya yang monumental. Pameran ini menghadirkan karya khattat dan perupa nasional dan internasional, seperti Affandi, Syaiful Adnan, Didin Sirojudin, Nasirun, Mula Gunarso, Isep Misbah, Robert Nasrullah, dan Efendi Leong. Pada saat pembukaan pameran direktur Museum Astronomi Islam, Prof. Dr. H. Susiknan Azhari berharap agar kegiatan pameran ini bisa diselenggarakan minimal setiap tahun sekali atau pada saat peringatan hari-hari besar Islam, seperti tahun baru Islam dan Maulid Nabi Muhammad saw.
Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam.
You must be logged in to post a comment.
secara pribadi saya bisa “membuka” mata, ternyata seni tak melulu milik “picaso” atau “rembrandt” karena Islam juga pernah berjaya pada era “golden age” dg beraneka khazanah keilmuannya termasuk “fine art”
selamat Prof. pameran perdana yg sukses.