
Moh. Djindar Tamimiy, salah seorang tokoh Muhammadiyah dilahirkan di Yogyakarta pada hari Sabtu, 28 Juli 1923 M/ 1 Safar 1342 H dan meninggal dunia pada hari Senin, 29 April 1996 M/ 11 Zulhijah 1416 H pukul 21.5 WIB di rumahnya jl. Nyai A. Dahlan No. 25 Yogyakarta. Mohammad Djindar Tamimiy merupakan anak dari Haji Mohammad Tamim bin Haji Muhammad Dja’far dan Siti Asmah binti Haji Muhammad pada urutan nomor sepuluh dari sebelas bersaudara. Pada tahun 1947 M/1367 H Mohammad Djindar Tamimiy menikah dengan Siti Oemayah binti Haji Muharrar yang lebih dikenal dengan Ummy Edrys. Mohammad Djindar Tamimiy di lingkungan Muhammadiyah lebih dikenal dengan Pak Djindar. Kaitannya dengan persoalan ilmu astronomi Islam (falak) ia dianggap sebagai penggagas konsep ijtimak qabla al-fajr. Menurut Prof. Dr. Nourouzzaman Shiddiqi, M.A gagasan Pak Djindar tentang konsep ijtimak qabla al-fajr dilontarkan pada saat ia menjadi Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menurut konsep ijtimak qabla al-Fajr bahwa permulaan hari dimulai saat fajar. Hal ini didasarkan bahwa puasa dimulai saat fajar sebagaimana diisyaratkan QS. Al-Baqarah ayat 187 yang artinya “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yatu fajar”. Dalam perkembangannya pemikiran pak Djindar banyak diikuti di lingkungan Muhammadiyah. Pada era Khadafi konsep ijtimak qabla al-fajr juga digunakan Libya dalam pembuatan Kalender Islam Jamahiriya. Namun setelah Khadafi lengser teori ini ditinggalkan.
Bukit Angkasa, 12 Syakban 1433 H/ 2 Juli 2012 M, pukul 4.30 WIB
Susiknan Azhari
Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam