
Mohammad Ilyas, Prof. Dr., B.Sc., M.Sc., Ph.D.,F.R.A.S., F.R.Met.S. : Salah seorang penggagas Kalender Islam Internasional, dilahirkan di India dan kini menetap di Malaysia sebagai guru besar tamu Universiti Malaysia Perlis. Sebelumnya ia adalah guru besar Sains dan Atmosfira di Universiti Sains Malaysia. Ia juga merupakan salah seorang penggagas dan konsultan ahli berdirinya Pusat Falak Sheikh Tahir di Pulau Pinang. Mohammad Ilyas telah banyak memberi sumbangan di bidang pengembangan astronomi Islam, khususnya tentang Kalender Islam. Ia menggagas konsep “garis qamari antar bangsa” atau biasa diistilahkan International Lunar Date Line (ILDL). Menurut Baharrudin Zainal dari segi kajian astronomi, khususnya berkaitan dengan teori visibiltas hilal, Ilyas adalah satu-satunya ilmuwan muslim yang berada pada tahap yang sama dengan McNally (London), Le Roy Dogget (Washington), Bradley E. Schaefer (NASA), dan Bruin. Bagi Ilyas persoalan Kalender Islam tidak semata-mata persoalan sains, tapi perlu melibatkan kekuatan politik. Ilyas (1997) mengatakan “…..dunia Islam memerlukan seorang Julian untuk menyatukan takwimnya…..”. Ilyas merupakan tokoh yang produktif memperkenalkan ide-idenya melalui berbagai buku dan jurnal. Hasil pembacaan penulis, Ilyas telah menghasilkan 11 judul buku dan 150 artikel yang dimuat diberbagai jurnal baik nasional maupun internasional. Karya dimaksud diantaranya A Modern Guide to Astronomical Calculations of Islamic Calendar, Times & Qibla yang terbit pertama kali pada tahun 1984 M/1405 H oleh Berita Publishing Kuala Lumpur dan dicetak ulang oleh Washington DC pada tahun 1992 M/1413 H, pada tahun 2008/1429 karya ini juga telah diterbitkan dalam bahasa Arab dan dicetak di Saudi Arabia, International Islamic Calendar for The Asia-Pacific Region, 1411-1415, Astronomy of Islamic Calendar, Calendar in Islamic Civilization Modern Issues, Islamic Astronomy and Science Development: Glorious Past, Challenging Future, dan Towards A Unified World Islamic Calendar.
Bukit Angkasa, 6 Syakban 1433/ 26 Juni 2012, pukul 03.30.WIB
Susiknan Azhari
Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam