
Turoihan Ajhuri Asy-Syarofi, K.H : Salah seorang tokoh astronomi Islam. Pernah nyantri di pesantren K.H. Abdul Djalil Hamid di Kudus. Ia dilahirkan di Kudus pada tanggal 15 Maret 1915 M/1334 H dan meninggal dunia pada hari Jum’at, 20 Agustus 1999 M bertepatan dengan 8 Rabiul Akhir 1420 H. Yi Tur demikian sapaan akrabya, tercatat sebagai salah satu keturunan ke-16 Sunan Kudus, salah satu dari walisongo, penyebar Islam di tanah Jawa. Ketekunan Yi Tur terhadap ilmu falak muncul sejak kecil hingga dewasa. Menurut informasi dari beberapa ulama di Kudus, Yi Tur saat masih muda tergolong anak cerdas. Terbukti sejak berusia 15 tahun ia sudah mampu mengajar di Madrasah Tasfiqut Tulab Salafiyah (SFS) tingkat atas, Kudus. Reputasinya sebagai pakar ilmu falak sudah terdengar sejak zaman Jepang. Ia seringkali diminta menghitung jatuhnya hari awal dan akhir bulan Ramadan. Maka Turoihan muda itu terdorong untuk menyusun almanak 1945 M/1364 H yang kemudian dicetak Penerbit Menara Kudus. Sejak itulah kalender buatan kiai yang belajar ilmu falak secara otodidak itu disebut dengan Almanak Menara Kudus (AMK). Pada tahun 1951 M1371 H penanggalan hasil karyanya telah menjadi rujukan bagi sebagian besar warga NU di seluruh Indonesia. Melalui karya-karyanya, Yi Tur memberikan kontribusi positif kepada NU dan Pemerintah, khususnya dalam bidang penanggalan. Nama Yi Tur semakin dikenal masyarakat secara nasional terutama bila mendekati bulan puasa, menentukan tanggal 1 Syawal dan Idul Adha. Almanak produk Menara Kudus yang menjadi karya monumental Yi Tur pertama kali diterbitkan oleh Percetakan Masykuri Kudus pada tahun 1942 M/1361 H dan kemudian, sejak 1950 M/1370 H hingga kini, diterbitkan oleh Percetakan Kitab Menara Kudus.
Bukit Angkasa, 1 Syakban 1433 H/21 Juni 2012 M, pukul 16.00 WIB
Susiknan Azhari
Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam