Pertemuan Pakar Falak MABIMS 1441/ 2019 dari Yogya Untuk Dunia

11 Oktober 2019

Pada hari Selasa sampai Kamis 9-11 Safar 1441/8-10 Oktober 2019 diselenggarakan Pertemuan Pakar Falak MABIMS bertempat di Hotel Keisha Yogyakarta dengan tema “Perkembangan Visibilitas Hilal dalam Perpektif Sains dan Fikih”. Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan dihadiri para tokoh astronomi Islam dari Indonesia, Malaysia, Brunai Darussalam, dan Singapore. Delegasi Indonesia terdiri ormas dan lembaga terkait (Muhammadiyah, NU, PERSIS, Al-Washliyyah, Planetarium, Bosscha, BMKG, BIG, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Alauddin Makassar). Dalam sambutannya Menteri Agama berharap para pakar mampu menyatukan keragaman dalam penentuan awal bulan kamariah. Hal ini bisa dilakukan dengan mulai bersikap rendah hati karena pada dasarnya tidak ada ilmu yang sempurna. Untuk itu keberagaman tidak menjadikan saling berpisah tetapi menjadi modal untuk saling mengisi dan memberi. Selanjutnya Menteri Agama juga menyatakan dalam menyikapi keragaman perlu kearifan bersama. Kaitannya dengan penyatuan kalender Islam perlu kajian yang komprehensif didukung data yang memadai dengan mempertimbangkan maqasid syari’ah. Harapan Menteri Agama ini direspons positif delegasi Singapore. Menurutnya sudah saatnya umat Islam serantau menjadi pelopor penyatuan kalender Islam. Oleh karena itu dalam berijtihad bersama ukhuwah Islamiyah harus diutamakan. Pertemuan ini ditutup oleh Direktur URAIS Agus Salim dan menghasilkan enam rekomendasi yaitu (1) Mewujudkan unifikasi kalender hijriah mengikuti kriteria MABIMS yang baru (tinggi 3 derajat, elongasi 6,4 derajat), (2) Penyegeraan kajian penggunaan pengimejan dalam rukyatul hilal sesuai dengan kaidah Syariah, untuk membuat garis pandu cerapan hilal, (3) Musyawarah Jawatan Kuasa Penyelarasan Rukyat dan Takwim Islam  ke- 17 disusulkan di Brunai Darussalam pada tahun 2020 untuk melakukan  kajian terhadap kriteria MABIMS bagi penggunaan pengimejan yang akan dihadiri oleh para ulama, astronom,  dan cendekiawan, (4) Melakukan cerapan anak bulan  (Rukyatul Hilal) bersama pada tahun 2020 oleh  negara Malaysia dan Brunai Darussalam, (5) Melakukan evaluasi terhadap Takwim Standar MABIMS yang telah  diputuskan dalam Musyawarah Jawatan Kuasa Penyelarasan Rukyat dan Takwim Islam  ke-15 pada tahun 2012 di Bali berdasarkan  kriteria MABIMS yang baru di Brunai Darussalam, dan (6) Melakukan kursus/ pelatihan Ilmu Falak secara bergantian dengan negara anggota MABIMS.

Hotel Keisha Yogyakarta, 11 Safar 1441/10 Oktober 2019 pukul 10.00 WIB.

Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam.