
Pada hari Rabu 14 Zulkaidah 1440/17 Juli 2019 diselenggarakan Rapat Tim Falakiah Kementerian Agama RI bertempat di Ruang Sidang Kementerian Agama RI Lantai III Jalan M. H. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat. Kegiatan ini dibuka oleh Direktur URAIS Kementerian Agama RI Moh. Agus Salim dan dihadiri para tokoh astronomi Islam perwakilan ormas dan lembaga terkait yaitu Muhammadiyah, NU, PERSIS, Al-Washliyyah, Persatuan Umat Islam, Dewan Dakwah Islamiyah, Al-Irsyad, MUI, Planetarium, Bosscha, BMKG, BIG, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Alauddin Makassar, Mahkamah Agung, Rukyatul Hilal Indonesia, dan Observatorium As-Salam Solo. Dalam pertemuan ini dievaluasi penyelenggarakan penentuan awal dan akhir Ramadan 1440, penentuan awal Zulhijah 1440, dan upaya penyatuan kalender Islam. Masing-masing peserta menyampaikan pandangan dalam bentuk makalah. Kaitannya dengan penentuan awal Zulhijah 1440 mayoritas menyebutkan bahwa awal Zulhijah 1440 jatuh pada hari Jum’at 2 Agustus 2019 dan Idul Adha 1440 bertepatan dengan hari Ahad 11 Agustus 2019. Sementara itu perwakilan PERSIS A. Syarif Hakim menyatakan dalam Almanak PERSIS 1440 menetapkan awal Zulhijah 1440 jatuh pada hari Sabtu 3 Agustus 2019 dan Idul Adha 1440 bertepatan hari Senin 12 Agustus 2019. Perbedaan ini terjadi dikarenakan kriteria yang digunakan. Menurut Almanak PERSIS 1440 pada hari Kamis 1 Agustus 2019 posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang digunakan sehingga umur bulan Zulkaidah disempurnakan (istikmal) menjadi tiga puluh hari. Meskipun berbeda, menurut Syarif biasanya keputusannya mengikuti keputusan pemerintah. Selanjutnya para peserta menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan observasi awal Ramadan dan awal Syawal untuk dijadikan bahan perbaikan pelaksanaan observasi tahun berikutnya. Untuk itu diharapkan dalam melakukan observasi sebaiknya dilakukan melalui tim gabungan yang terdiri dari pihak Kemenag, BMKG, LAPAN, Peradilan Agama agar lebih baik, efektif, dan efisien. Pembahasan terakhir tentang upaya penyatuan kalender Islam. Agar upaya ini tidak berjalan di tempat diusulkan strategi dan tahapan untuk mewujudkannya. Selama ini diskusi yang berkembang lebih terfokus pada persoalan kriteria sehingga pembahasan tidak bergerak dari tahun ke tahun. Para perwakilan ormas diharapkan dapat mensosialisasikan hasil-hasil pertemuan dan menjadi penyambung lidah menyampaikan langkah-langkah yang telah ditempuh demi terwujudnya penyatuan kalender Islam baik nasional maupun internasional.
Lounge Garuda Jakarta, 14 Zulkaidah 1440/17 Juli 2019 pukul 15.00 WIB.
Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam.