
Pada hari Senin sampai Rabu 7-9 Syakban 1439/23-25 April 2018 diselenggarakan Temu Kerja Hisab Rukyat Tahun 1439/2018 Kementerian Agama RI bertempat di Sylvia Resort Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur dengan tema “Unifikasi Kalender Hijriah Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah”.
Kegiatan ini dibuka oleh Direktur URAIS Kementerian Agama RI Juraidi dan dihadiri para tokoh astronomi Islam perwakilan ormas dan lembaga terkait (Muhammadiyah, NU, PERSIS, Al-Washliyyah, Planetarium, Bosscha, BMKG, BIG, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang).
Hasil pertemuan ini menetapkan awal bulan kamariah 1441-1442 dari berbagai sistem yang berkembang di Indonesia, peristiwa gerhana pada tahun 2020, dan peta tinggi hilal 2020. Selanjutnya salah satu isu penting yang dikaji dalam pertemuan ini adalah Rekomendasi Jakarta 2017 dan persoalan fajar.
Indonesia sebagai negara besar yang mayoritas berpenduduk muslim perlu terlibat aktif dalam proses penyatuan kalender Islam dengan menawarkan konsep yang dapat menjadi jembatan bagi kawasan muslim ASEAN. Dalam pertemuan ini menghasilkan tujuh rekoemndasi yaitu menjadikan Takwim Standar Hijriah Indonesia sebagai acuan kalender hijriah Indonesia, menyusun naskah akademik unifikasi kalender hijriah yg komprehensif dengan menjadikan Rekomendasi Jakarta 2017 sebagai salah satu bahan acuan, mendorong Kementerian Agama RI untuk mensosialisasikan Rekomendasi Jakarta 2017 kepada ormas Islam, menyusun Norma Standar Prosedur dan Kriteria pengamatan awal waktu salat (Subuh dan Isyak), menjalin kerjasama dengan Litbang Kemenag RI, Perguruan Tinggi, Bosscha ITB, BMKG, BIG, LAPAN, dan Lembaga-lembaga Falak untuk melakukan penelitian awal waktu salat (Subuh dan Isyak), melakukan sosialisasi dan observasi gerhana matahari cincin pada tanggal 26 Desember 2019 di 5 titik yaitu : Riau, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, menetapkan tempat pelaksanaan Temu Kerja Hisab Rukyat 2019 dengan mempertimbangkan waktu dan lokasi ideal untuk pengamatan hilal dan fajar.
Lounge Garuda Jakarta, 9 Syakban 1439/25 April 2018 pukul 18.00 WIB.
Sumber Foto : Dokumen Museum Astronomi Islam.